PROFIL
PERUSAHAAN
Nama Perusahaan : PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA, TBK
Company's name
Alamat Perusahaan : •
Kantor Pusat (head office)
Company address
Jl.
Tanjung pura no. 263 D
Pontianak
78122
Kalimantan
Barat - Indonesia
Phone
: (0561) 736406 - 738220
Fax
: (0561) 738136
•
Kantor
Perwakilan (Representative office) Menara Sudirman Lantai 12C
Jl.
Jenderal Sudirman Kav. 60
Jakarta
12190 - Indonesia
Phone
: (021) 5226728 - 5226729 - 5226738 - 5226739
Fax
: (021) 5226779
•
Pabrik (Factory)
Jl.
Adisucipto Km 10,6
Kalimantan
Barat - Indonesia
Phone
: (0561) 721138 - 721834
Fax
: (0561) 721124
SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Perusahaan ini
didirikan pada bulan Maret 1982 berdasarkan Akte Pendirian No. 45 tanggal 18
Maret 1982. Berproduksi secara komersial pada awal tahun 1987 sampai sekarang.
Perusahaan bergerak pada bidang industri perekat kayu lapis, kimia dan
pertambangan. Perusahaan berdomisili di Pontianak, di tepi sugai Kapuas dengan
luas +/- 3hektar dengan tenaga kerja +/- 100 orang.
PRODUK PERUSAHAAN
Produk-produk yang dihasilkan:
1. Produk
Utama
·
Urea Formaldehyde (UF Glue)
·
Phenol Formladehyde (PF Glue)
·
Urea Melamine Formaldehyde (UMF Glue)
·
Practicle Board Glue (PB Glue)
2. Produk
Setengah Jadi
·
Formalin
3. Produk
sampingan, sebagai bahan tambahan untuk proses produksi di industri pelanggan:
·
Hardener UF
·
Hardener PF
·
Hardener UMF
·
Hardener PB
·
Addictive (pengikat emisi, dll)
Hardener, sebagai pelengkap/pengeras untuk produk
utama, dipergunakan dalam proses produksi kayu lapis.
PANGSA PASAR
Hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam
negeri. Sasaran pasarnya adalah industri kayu lapis. Mengingat perusahaan ini
memproduksi lem perekat kayu lapis.
VISI & MISI PERUSAHAAN
·
Berperan aktif dalam sektor perkayuan
dan khususnya di bidang industri perekat kayu lapis.
·
Menciptakan tenaga-tenaga kerja trapil,
bertanggung jawab serta inofatif, berpartisipasi menciptakan lowongan kerja
sektor industri perkayuan/perekat di daerah/nasional.
STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
DEWAN KOMISARIS & DIREKSI
Dewan
Komisaris
|
Anggota Sejak
|
Berakhir
|
|
Komisaris
Utama
|
Ng Tjie Koang, MBA
|
1996
|
2016
|
Komisaris
|
Budi Satria Sanusi
|
2007
|
2016
|
Komisaris
Independen
|
Corneiles Tedjo E, SE, MBA
|
2012
|
2016
|
Direksi
|
Anggota Sejak
|
Berakhir
|
|
Direktur
Utama
|
Siang Hadi Widjaja
|
1982
|
2016
|
Direktur
|
Ir. Winata Indradjaja
|
1990
|
2016
|
Direktur
|
Ir. Honky Widjaja, Dipl. Ing
|
2007
|
2016
|
DIrektur
|
Budiono
|
2007
|
2016
|
DASAR PENERAPAN AKUNTANSI PERUSAHAAN
Laporan keuangan
konsolidasian disusun dengan menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan peraturan Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang
terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012. Laporan keuangan disusun
berdasarkan konsep biaya perolehan historis. Laporan arus kas disusun
menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar kegiatan
operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara
kas mencakup kas, bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu
tiga bulan atau kurang dan yang tidak dijadikan jaminan. Laporan keuangan
disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Mata uang fungsional
Perusahaan adalah dalam Rupiah dan setiap Entitas Anak di dalam Kelompok Usaha
menetapkan mata uang fungsionalnya sendiri dan transaksi-transaksi di dalam
laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang fungsional
tersebut. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan
konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp).
Berikut ini standar
baru dan standar revisi serta interpretasi yang diterapkan dalam laporan
keuangan konsolidasian. Penerapan ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan
atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi
mempengaruhi akuntansi untuk transaksi masa depan:
PSAK /SFAS 10 (revisi/revised 2010) : Pengaruh
Perubahan Kurs Valuta Asing/ The Effects of Changes in Foreign Exchange
Rates
PSAK/SFAS 13 (revisi/revised 2011)
: Property Investasi/ Investment
Property
PSAK/SFAS 16 (revisi/revised 2011) : Aset
tetap/ Property, Plant and Equipment PSAK/SFAS 18 (revisi/revised 2010)
: Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya / Accounting and Reporting
by Retirement Benefit Plans
PSAK/SFAS 24 (revisi/revised 2010) : Imbalan Kerja / Employees’ Benefits
PSAK/SFAS 26 (revisi/revised 2011) : Biaya Pinjaman / Borrowing Costs
PSAK/SFAS 28 (revisi/revised 2011) : Akuntansi
Kontrak Asuransi Kerugian/ Accounting for Casualty Insurance Contract
PSAK/SFAS 30 (revisi/revised 2011) : Sewa / Lease
PSAK/SFAS 33 (revisi/revised 2011) : Aktivitas
Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan / Stripping Cost
Activity and Environmental Management in the Public Mining
PSAK/SFAS 34 (revisi/revised 2010) : Kontrak Konstruksi / Construction
Contracts
PSAK/SFAS 36 (revisi/revised 2011) : Akuntansi
Kontrak Asuransi Jiwa / Accounting for Life Insurance Contract
PSAK/SFAS 50 (revisi/revised 2010): Instrumen
Keuangan : Penyajian / Financial Instruments - Presentation
PSAK/SFAS 53 (revisi/revised 2010) : Pembayaran
Berbasis Saham / Share-based Payment
PSAK/SFAS 55 (revisi/revised 2011): Instrumen
Keuangan Pengakuan dan Pengukuran/ Financial Instrument: Recognition and
Measurement
PSAK/SFAS 56 (revisi/revised 2010) : Laba per Saham / Earnings per Share
PSAK/SFAS 60 : Instrumen Keuangan –
Pengungkapan / Financial Instruments-Disclosures
PSAK/SFAS 61 : Akuntansi Hibah Pemerintah
dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah/ Accounting for Government Grants and
Disclosure of Government Assistance
PSAK/SFAS 62 : Kontrak Asuransi / Insurance Contract PSAK/SFAS 63 :
Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi / Financial Reporting in
Hyperinflationary Economies
PSAK/SFAS 64 : Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya
Mineral/ Exploration for and Evaluation of Mineral Resources
ISAK/IFAS 13 : Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri / Hedge
of Net Investment in Foreign Operation
ISAK/IFAS 15 : Batas Aset Imbalan
Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya / The Limit on a
Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction
ISAK/IFAS 16 : Perjanjian Jasa Konsesi / Service Concession Arrangements
ISAK/IFAS 18 : Bantuan Pemerintah – Tidak Berelasi Spesifik dengan Aktivitas
Operasi / Government Assistance – No Specific Relation to Operating
Activities
ISAK/IFAS 19 : Penerapan Pendekatan
Penyajian Kembali dalam SFAS 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
/ Applying the Restatement Approach under PSAK 63: Financial Reporting in
Hyperinflationary Economies
ISAK/IFAS 20 : Pajak Penghasilan - Perubahan dalam Status Pajak Perusahaan atau
Para Pemegang Saham / Income Taxes - Changes in the Tax Status of an Entity
or its Shareholders
ISAK/IFAS 22 : Perjanjian Konsensi Jasa: Pengungkapan / Service Concession
Arrangements:Disclosures
ISAK/IFAS 23 : Sewa Operasi – Insentif / Operating Leases – Incentives
ISAK/IFAS 24 : Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk
Legal Sewa / Evaluating the Substance of Transactions Involving the Legal
Form of a Lease
ISAK/IFAS 25 : Hak Atas Tanah / Land
Rights
ISAK/IFAS 26 : Sewa Operasi – Insentif
/ Operating Leases – Incentives
PROFIL AUDITOR
Nama
Perusahaan Auditor : PKF Accountants & Business Advisers
Paul
Hadiwinata. Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan
Registered
Public Accountants
Alamat
Kantor Auditor : Jalan Kebon Sirih Timur 1 No. 267 (Jl.
Jaksa)
Jakarta
Pusat 10340 – Indonesia
E-mail
: pkf-indo@centri.net.id
jkt-office@pkfhadiwinata.com
Website
: www. pkfhadiwinata.com
Tel.
021 314 4003
Fax.
021 314 4213 / 314 4363 (Finanace)
PENDAPAT
AUDITOR
Menurut
pendapat kami, laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas,
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan
konsolidasian PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk dan Anak Perusahaan tanggal 31
Desember 2012, 2011 dan 2010, serta hasil usaha dan arus kas konsolidasi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Sebagaimana
diungkapkan di Catatan 39, Perusahaan telah menyajikan kembali laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2011 untuk mencerminkan perubahan penyajian keuntungan penjualan bahan
baku dari pendapatan lain-lain menjadi penyajian pendapatan bersih.
ALASAN
INVESTOR ASING TERTARIK PADA PERUSAHAAN INI
Alasan mengapa investor asing tertarik pada PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) antara lain karena pada kuartal I
tahun 2013 perusahaan ini mampu meningkatkan kinerja perusahaan, sehingga laba bersih
perusahaan ini pun melonjat naik sebesar 343,59% yaitu sebesar Rp. 17,3 miliar
atau Rp 52,24 per lembar saham dibandingkan dengan kuartal I 2012 yang hanya
sebesar Rp 3,90 miliar atau Rp 11,78 per lembar saham. Hal ini disebabkan oleh
Adanya Keuntungan dari Pemulihan beban penyisihan kerugian penurunan nilai atas
Beban & Pengembangan sebesar Rp30,01 miliar, sedangkan pada kuartal I 2012
Rugi Rp(3,26) miliar. Pendapatan Pokok perseroan mengalami penurunan dari
Rp43,34 miliar menjadi Rp29,28 miliar. Beban Pokok perseroan mengalami
penurunan dari Rp32,39 miliar menjadi Rp23,20 miliar. Beban Usaha perseroan
mengalami penurunan dari Rp4,37 miliar menjadi Rp4,96 miliar.
Dengan
keadaan yang demikian, tentunya investor asing tertarik untuk menanamkan
sahamnya pada perusahaan ini. Terlebih dikarenakan meningkatnya industri kayu
lapis di pasar global, yang berarti PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk juga akan
ikut terus berkembang mengingat perusahaan ini memproduksi perekat kayu lapis.
Juga didengar kabar direalisasikannya akuisisi perusahaan ini dengan tambang
batubara di Sumatera. Hal ini pula yang menjadikan investor asing tertarik
dengan perusahaan ini.
SUMBER
Annual
Report 2012 PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS)
http://www.britama.com/index.php/2013/05/laba-bersih-dpns-pada-kuartal-i-tahun-2013-melonjat-34359/
http://dcoins.co.id/index.php/id/penelitian/rumor/2529-rumor-21-maret-2012