Pages

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

04/01/12

Lemak Vs Jantung

Lemak yang menumpuk di rongga perut ternyata lebih berbahaya daripada lemak di bagian bokong atau paha. Pasalnya, lemak di perut memiliki sel-sel lemak yang lebih besar sehingga terjadi penumpukan lemak yang berlebihan di jaringan adiposa dan akhirnya menghasilkan protein berbahaya. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Prancis terhadap 7.000 polisi Prancis yang meninggal antara tahun 1967-1984 ternyata disebabkan karena karena serangan jantung. Setelah dilakukan pengukuran lingkar pinggang, ternyata kebanyakan para polisi tersebut meninggal karena memiliki perut yang buncit dan lingkar pinggang yang besar atau biasa disebut dengan obesitas sentral. Menurut hasil penelitian yang diuraikan dalam simposium American Heart Association (Asosiasi Jantung Amerika) menyebutkan bahwa pinggang berukuran besar (akibat perut gemuk) adalah indikasi risiko tinggi serangan jantung atau penyakit serius lainnya. "Lingkar pinggang merupakan hal yang penting diperhatikan, sebab lingkar pinggang yang besar bisa menjadi indikasi ketidakberesan di dalam tubuh, terutama penyakit jantung," demikian ujar Dr. Robert Eckel, Ketua Asosiasi Jantung Amerika.

CARA MENURUNKAN BERAT BADAN SECARA ALAMI


MENURUNKAN berat badan tidak selalu berkaitan dengan diet dan aktivitas fisik. Anda bisa mengoptimalkan penurunan berat badan dengan menerapkan beberapa langkah sederhana, seperti makan perlahan. Berikut beberapa cara lain yang bisa menjadi panduan Anda:
Ukur durasi makan Anda. Sediakan waktu 20 menit untuk sekali makan dan latihlah diri Anda untuk makan secara perlahan. Ini merupakan kebiasaan top untuk menurunkan berat badan tanpa harus berkutat dengan diet. Nikmati setiap gigitan dan pastikan gigitan terakhir bersamaan dengan detik terakhir waktu 20 menit Anda.  Cara ini bisa membuat Anda kenyang dengan porsi kecil dan memicu pelepasan hormon kenyang. Sedang makan terburu-buru bisa menghambat sinyal tersebut sehingga memicu makan berlebih.
Tambah jam tidur. Peneliti dari University of Michigan menemukan, menambah jam tidur ekstra satu jam sehari efektif menurunkan berat badan sebanyak tujuh kilogram setahun. Jam tidur ekstra ini, menurut peneliti, menggantikan waktu bermalas-malasan yang seringkali Anda habsikan dengan mengonsumsi kudapan tanpa kontrol. Selain itu, ada bukti yang menunjukkan bahwa kurang tidur bisa memacu selera makan dan membuat Anda selalu lapar.
Perbanyak variasi dan asupan sayur dan buah. Cobalah mengonsumsi tiga jenis sayur sekaligus sekali makan. Cara ini bisa membantu menambah asupan sayur Anda. Makan banyak sayur dan buah merupakan cara efektif menurunkan berat badan. Kandungan serat dan air di dalamnya akan
membuat Anda kenyang sehingga mengurangi asupan kalori.
Jadikan sup makanan pembuka. Cobalah menambah sup kaldu untuk mengurangi asupan kalori harian Anda. Mengawali makan dengan sup akan mempelambat kecepatan makan dan mengendalikan selera makan Anda. Mulailah dengan sup kaldu rendah sodium atau sup kalengan yang ditambah sayuran. Tapi, berhati-hatilah dengan sup berkrim yang tinggi lemak dan kaya kalori.
Jadikan whole grain pilihan utama. Whole grain seperti beras merah, jelai, oat, dan gandum merupakan sabahat baik dalam menurunkan berat badan. Makanan ini bersifat mengenyangkan dengan kandungan kalori yang lebih sedikit. Selain itu, makanan ini juga dinyatakan berfungsi memperbaiki kadar kolesterol.

Pilih pizza sayur. Daripada pizza dengan topping daging, ada baiknya memilih pizza dengan topping sayur. Cara ini membantu Anda mengurangi 100 kalori. Selain itu, pilihlah pizza dengan olesan keju yang lebih tipis atau pizza dengan keju rendah lemak.
Kurangi asupan gula. Gantilah satu minuman bergula, seperti soda, dengan air putih. Dengan cara ini Anda telah mengurangi 10 sendok teh gula. Untuk menambah rasa. cobalah tambahkan lemon, mint atau stroberi beku ke dalam air putih Anda. Gula cair dalam soda mengganggu sinyal kenyang normal tubuh, sehingga membuat Anda  makan lebih banyak.
Gunakan gelas yang tinggi langsing. Ada baiknya menggunakan gelas jenis ini dibandingkan gelas yang pendek dan lebar. Cara ini membantu mengurangi kalori cair dan berat badan Anda tanpa berdiet. Anda akan minum jus, soda atau minuman lain 25-30 persen lebih sedikit dengan menggunakan gelas ini.

Fakta mengenai kegemukan


Ada 9 fakta mengenai kegemukan. Dan inilah fakta-faktanya. Semoga dengan mengetahuinya kita semua bisa jadi lebih sadar akan pentingnya menjaga penampilan. Tidak hanya untuk kecantikan, tetapi juga untuk kesehatan.
 Fakta #1 :
Diperkirakan pada tahun 2015, 6 dari 10 pria dan 8 dari 10 wanita akan mengalami kelebihan berat badan.

Fakta #2 :
Kegemukan yang lebih beresiko adalah kegemukan pada bagian lengan, perut dan paha.

Fakta #3 :
Penderita kegemukan mengalami resiko 10 kali lipat penyakit kolestrol, diabetes dan mengalami kesulitan dalam memiliki keturunan.

Fakta #4 :
40% Penderita kegemukan memiliki Obstructive Sleep Apnea (OSA) yaitu suatu henti nafas sejenak pada saat tertidur yang menyebabkan jantung semakin tersumbat.

Fakta #5 :
Tidak ada wanita yang cantik saat menjadi gemuk! Kecuali ia menghibur dirinya sendiri.

Fakta #6 :
90% persen pria yang menatap lebih dari 2 detik wanita yang gemuk mengatakan dalam hatinya "aneh..."

Fakta #7 :
Mereka yang mengalami obesitas biasanya mengalami "diskriminasi" baik dilingkungan sekolah, kuliah maupun kerja serta sosial.

Fakta #8 :
95% Wanita mengalami depresi dan stress ketika menyadari bahwa dirinya kegemukan.

Fakta #9 :
Obat-obatan, produk herbal dan olah raga hanya bertahan 1 bulan dari berat badannya dan kemudian naik kembali ke berat semula bahkan lebih lagi.

PENYEBAB KEGEMUKAN


Begitu banyak orang menyelahkan faktor-faktor diluar dirinya dan menjadikan alasan dirinya gemuk, sebut saja faktor lingkungan kerja, tidak ada kegiatan ekstra, keturunan dan lain sebagainya, namun pada dasarnya itu semua hanyalah bagian dari akibat-akibat kegemukan, bukan sumber penyebab itu sendiri karena secara ilmiah sumber penyebab kegemukan hanya disebabkan oleh dua hal yaitu :

1. Faktor Pola Makan (Kebiasaan)

Inilah faktor yang paling sulit untuk diubah menurut sebagian orang, namun sesungguhnya hal ini sangat mudah untuk diubah jika kita tahu bagaimana cara mengubahnya.

Saya akan mencoba memberikan kepada anda sebuah ilustrasi singkat tentang bagaimana cara membuka sebuah pintu, bayangkan jika ada seseorang tidak mengetahui bagaimana caranya membuka sebuah pintu, maka kemungkinan yang terjadi adalah orang tersebut harus mendorong pintu itu sekuat tenaga, atau membukanya dengan kapak atau bahkan dengan merusak seluruh daun pintu tersebut agar bisa masuk. Padahal kita tahu caranya hanya dengan memasukan kunci yang tepat kedalam lubang kunci dan terbuka!

Begitu juga dengan diri anda, mungkin bertanya "bagaimana cara saya mengubah kebiasaan jika saya sendiri jelas tahu bahwa itu akan menyebakan kegemukan tapi otak saya selalu tidak dapat menahan nya"

Nah.. mungkin anda belum tahu caranya, kuncinya secara singkat adalah dengan merubah "pola pikir" , karena kebiasaan berasal dari perbuatan dan perbuatan berasal dari pikiran, maka pola pikir kita terlebih dahulu yang harus diprogram.

Ingat! Diprogram kembali sehingga bahkan ketika anda melihat makanan yang anda suka pun, anda tidak akan dengan mudah nya menjadi lapar mata.

Cara-cara dan teknik ini akan dijelaskan secara terperinci dan dipraktekan langsung dengan perintah yang telah saya buat untuk anda di dalam CD Panduan Tetap Langsing Tanpa Mengurangi Asupan makanan!

2. Faktor Hormonal/Gen

Orang berkata "Faktor keturunan Gen dapat mempengaruhi terjadinya kegemukan." Hal ini menjadi mitos yang sudah dipercaya sejak ratusan tahun yang lalu.

Tidak ada salah, tapi sesungguhnya masalah keturunan hanyalah diakibatkan oleh keturunan "pola makan" keluarga saja, misalnya jika ayah makan coklat, anak ikut makan coklat, seperti itulah kira-kira.

Sebenarnya yang terjadi adalah Tubuh memiliki dua hormon yang mengatur gemuk dan langsingnya seseorang yaitu dari Hormon Lipolitik dan Hormon  Lipogenik.

Hormon lipolitik berfungsi sebagai pengubah glukosa menjadi energi sedangkan Hormon Lipogenik berfungsi sebagai pengubah glukosa menjadi lemak, tinggal bagaimana kedua hormon tersebut memiliki keseimbangan saja.